Tips Menghindar dari Amukan Pengendara Arogan


Tak bisa dipungkiri, pengendara arogan masih banyak berseliweran di jalanan. Kalau pengendara arogan seperti ini anda ladeni, dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan.

Jadi lebih baik Anda bersikap defensif saja dan melihat tanda-tanda awal pengendara yang marah.

"Sebagian besar dari kita punya pengalaman menjadi korban agresi pengendara lain. Untungnya, serangan yang beringas dan tidak beralasan jarang terjadi, tetapi kita harus jeli dan jika mungkin mengenali tanda-tanda masalah pada tahap awal," ujar Petugas Keselamatan Jalan GEM Neil Worth dalam pernyataannya, Rabu (20/6/2018).

Worth mengidentifikasi 5 langkah yang diharapkan akan mengurangi risiko bagi pengemudi menjadi sasaran agresi pengendara lain di jalanan:

1. Tetap tenang dan tunjukkan pengendalian diri. Setiap perjalanan bisa membuat Anda frustrasi dan memunculkan konflik. Sebelum memulai perjalanan, janji pada diri Anda sendiri untuk bersabar. Hindari membunyikan klakson Anda atau memperlihatkan kalau Anda tengah marah.

2. Hindari persaingan dan lawan keinginan untuk 'membalas dendam'. Jika standar mengemudi orang lain mengecewakan Anda, jangan mencoba untuk mendidik atau menegur mereka.

3. Jangan mendorong antrian lalu lintas. Jika Anda menunggu dan memberi sinyal dengan jelas untuk maju atau tidak pada pengendara lain, Anda tidak akan menunggu lama sebelum pengendara lain memberikan Anda kesempatan lewat. Namun mereka tidak suka dipaksa memberi jalan.

4. Ucapkan terima kasih, mohon maaf. Jika Anda membuat kesalahan. Saat anda khilaf memotong jalan orang lain, buat isyarat permintaan maaf untuk menghindari konfrontasi dan membantu meredakan amarah orang lain.

5. Menjauh dari masalah. Jika Anda merasa benar-benar terancam oleh pengemudi lain, maka pastikan pintu mobil Anda terkunci dan arahkan kendaraan ke kantor polisi terdekat atau area sibuk (seperti SPBU). Gunakan ponsel Anda untuk menghubungi polisi. Menekan klakson berulang kali atau terus menerus kemungkinan akan membuat penyerang Anda takut.

"Kami juga menyarankan pengendara untuk menyiapkan banyak waktu luang untuk perjalanan mereka. Dengan begitu mereka bisa merasa tenang dan terkendali di belakang kemudi. Stres karena macet bisa berisiko, dan pada gilirannya akan meningkatkan kemungkinan terjadinya insiden yang agresif. Kami juga mendesak pengemudi agar tidak terlibat dalam situasi yang mereka anggap berbahaya atau berisiko. Jika Anda khawatir tentang pengemudi lain yang mungkin dalam bahaya, maka berhenti dan hubungi polisi," tutup Worth.




[detik.com]
Share on Google Plus

About semarang rentcar

0 komentar:

Posting Komentar