Tips Aman Mengemudi di Jalan Tol

Jalan tol adalah jalan bebas hambatan. Artinya anda tidak akan menemukan persimpangan dengan lampu merah, perlintasan kereta api, atau mobil yang parkir atau berputar arah di jalan tol. Pada umumnya jalan tol merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan di kota besar atau mengurangi kepadatan jalan dalam kota. Jalan tol dibuat lebih lebar sehingga membuat berkendara lebih nyaman. Berkendara di jalan tol belum tentu lebih aman daripada jalan dalam kota atau jalan desa, karena semua mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Oleh karena itu semua pengendara seharusnya lebih berhati-hati untuk berkendara lewat jalan tol. Bagaimana cara aman mengemudi di jalan tol? Berikut beberapa tips berkendara di jalan tol dengan aman.

1. Pastikan Anda dan Mobil Anda Siap Jalan
Pastikan anda tidak mengantuk atau habis minum obat tertentu. Pada dasarnya anda tidak boleh berhenti di jalan tol. Jika mengalami kerusakan mobil anda mungkin harus menunggu mobil derek dan anda mungkin akan dikenakan biaya derek yang jauh lebih mahal dibanding biaya servis kerusakan mobil anda. Pastikan ban mobil anda masih layak dan memiliki tekanan cukup. Pastikan juga semua lampu mobil berfungsi baik. Siapkan kartu tol atau uang cash untuk membayar tol, taruh di tempat yang mudah diakses. Jangan lupa membawa handphone untuk antisipasi kondisi darurat.

2. Jaga Jarak Aman untuk Kecepatan Tinggi
Ada banyak teori mengenai jarak aman di jalan tol yang intinya adalah supaya anda bisa berhenti dengan aman di belakang mobil yang berhenti mendadak. Saat mengemudi dengan kecepatan 100 km/jam, anda harus menjaga jarak aman sekitar 100 m dengan kendaraan di depan anda sehingga jika mobil di depan mengalami masalah dan mengerem mendadak, anda masih memiliki jarak yang cukup untuk berhenti di belakang mobil tersebut.

3. Amati Kondisi Jalan Secara Menyeluruh
Jangan hanya mengamati mobil tepat di depan anda. Penyebab kecelakaan bisa jadi berada jauh di depan anda dimana mobil lain ikut terlibat kecelakaan karena tidak memilki jarak yang cukup untuk menghindari tabrakan. Amati juga sesekali kondisi jalan di samping dan belakang anda.

4. Tingkatkan Kewaspadaan
Jangan menjawab telepon, mengetik sms, mencari lagu di mp3 player, menghitung uang, dan melakukan kesibukan lainnya. Jika anda bersama penumpang lain, biarkan ia yang melakukannya.

5. Jangan Mengandalkan Pengendara Lain
Jangan mengira semua pengemudi dia memiliki kemampuan teknik mengemudi yang sempurna. Pertimbangkan pengemudi yang sudah tua, pengemudi pemula, pengemudi mengantuk, pengemudi ugal-ugalan, dsb.

6. Kenali Spesifikasi Jalan Tol
Jika anda memiliki mobil yang sempurna dan kemampuan mengemudi sempurna pula bukan berarti anda dapat melarikan mobil dengan kecepatan 160 km/jam. Beberapa ruas jalan tol di Indonesia tidak direkomendasikan untuk digunakan untuk berkendara lebih dari 100 km/jam. Anda tidak bisa mengandalkan fitur-fitur canggih keselamatan pada kendaraan anda pada jalan yang tidak rata.

7. Double Check saat Akan Melakukan Manuver
Awasi kondisi jauh di belakang anda dengan melihat sejenak kaca spion belakang (kaca spion dalam) sebelum memutuskan untuk melakukan manuver. Lakukan cek spion (mirror check) dan cek kepala (head check) saat akan berpindah jalur. Artinya, jika anda akan pindah ke jalur sebelah kanan maka perhatikan kaca spion kanan sejenak dan palingkan kepala ke arah kanan sekejap untuk memastikan kondisi aman untuk pindah jalur. Hal ini akan sangat membantu mengurangi blind spot anda.

8. Minggir Atau Keluar dengan Berangsur
Jika anda harus berhenti di jalan tol, jangan mengurangi kecepatan dengan mendadak, anda tidak tahu seberapa kecepatan mobil di belakang anda. Nyalakan lampu darurat dan minggir secara berangsur-angsur dengan tetap memperhatikan konsisi jalan di samping dan di belakang anda. Jika akan akan keluar melalui persimpangan jalan keluar, usahakan mengambil jalur paling kiri setidaknya 500 meter sebelum persimpangan keluar. Usahakan untuk pindah jalur secara bertahap (tidak langsung pindah 2 atau 3 jalur sekaligus).

9. Pastikan Anda Mengetahui Rute Jalan Tol
Jalan tol adalah jalan bebas hambatan, tetapi bukan berarti tanpa persimpangan/percabangan. Jika anda salah memilih jalan, anda tidak boleh mundur atau berbalik. Jika anda keluar terlalu awal, anda harus mencari jalan masuk tol lagi. Jika melewatkan pintu tol keluar, anda harus mencari jalan keluar pada pintu tol berikutya. Kadangkala pengemudi yang ragu-ragu memilih berhenti di persimpangan jalan keluar, padahal tindakan ini sangat membahayakan pengemudi tersebut dan pengendara lain.

10. Disiplin dan Konsisten
Disiplin dan konsisten adalah trik sederhana berkendara dalam kecepatan tinggi. Jangan menggunakan bahu jalan untuk menyalip kendaraan lain (terutama truk dan bus) dari sebelah kiri, karena kemungkinan ada mobil yang berhenti darurat di bahu jalan. Patuhi batas kecepatan yang ditentukan oleh rambu lalu lintas tol. Jika anda berkendara dengan kecepatan stabil dan konsisten dalam menggunakan sinyal untuk bermanuver, pengendara lain akan lebih mudah memperkirakan pergerakan mobil anda.
Sumber : klik disini
Share on Google Plus

About semarang rentcar

0 komentar:

Posting Komentar