Tips Perempuan Aman Mengemudi Sendirian

Bisa mengemudikan mobil sendiri bukan lagi untuk gaya-gayaan, melainkan sudah kebutuhan. SAHM (Stay At Home Mom) bukan berarti seharian ngendon dirumah. Kegiatannya tetap mondar-mandir seperti angkot: mengantar jemput anak sekolah atau les, ke pasar, ke supermarket, ke dokter, membayar listrik, dan sebagainya. Tak jarang, ibu-ibu terpaksa mengemudikan sendiri mobilnya dimalam hari. Apalagi dengan karyawati yang terpaksa kerja lembur, ya? Pasti deg-degan di jalan.
Berikut ada beberapa tips supaya aman dijalan. Alhamdulillah, saya belum pernah menguji tips tersebut dan semoga tidak akan pernah. Ini hanya untuk berjaga-jaga.

Cek Kondisi Mobil
Pengetahuan mekanis perempuan seringkali minim. Namun setidaknya harus menyempatkan mengecek kondisi ban, bensin, oli dan air wiper. Jika ban kempis ditengah jalan, jangan buru-buru bertindak. Bisa mengganti ban sendiri itu hebat. Tidak bisa juga tidak apa-apa. Jika bisa mengganti band sendiri, jangan langsung keluar mobil. Pastikan di sekeliling kita aman, banyak orang. Jika ada yang menawarkan bantuan, perhatikan kondisi tas atau barang berharga lain didalam mobil. Mobil harus dikunci. Jika malam hari dan sepi, kunci pintu dan tetap didalam mobil, lalu telepon orang rumah atau siapapun teman yang dapat anda andalkan untuk membantu.

Tetap Tenang Dengan Ketidakwajaran
Pernah membaca tentang kejahatan melempar telor ke kaca mobil. Jika panik, refleks kita adalah menyalakan wiper yang ternyata justru membuat cairan telor menutupi kaca. Lebih baik tetap menjalankan mobil dengan mengintip dari sisa kaca yang bersih. Jangan berhenti pula jika anda tidak yakin dengan tindakan orang yang tiba-tiba menyalip anda dengan sepeda motor dan menunjuk-nunjuk kebelakang. Arahkan mobil anda ke tempat yang lebih ramai atau ke depan kantor polisi, baru kemudian dilihat apa maksud orang tersebut. Begitu pula jika tiba-tiba ada yang menabrak mobil kita dari belakang, jangan langsung keluar mobil dan marah-marah. Perhatikan sekeliling dulu. Kalau mencurigakan, ikhlaskan saja bawa ke bengkel sendiri atau klaim ke asuransi.

Yang Sabar
Perempuan memang dicap nggak becus menyetir, sehingga ketika mobil pelan langsung diklakson-klakson, padahal memang harus pelan karena ada penghalang, misalnya mau belok atau ada mobil lain yang parkir mengambil bahu jalan. Biarkan saja, jangan terprovokasi. Hidupkan musik dan nikmati.

Gadget dan Pulsa
Pastikan membawa gadget untuk keadaan mendesak, mencurigakan atau takut. Jangan lupa baterai dan pulsanya cukup untuk selama perjalanan. Jangan sibuk mengecek socmed di lampu merah karena mengurangi kewaspadaan terhadap sekeliling kita.

Simpan Gadget, Uang, Dompet dan Tas
Seringkali kita menggampangkan situasi. Misalnya habis beli cilok dipinggir jalan ada sisa kembalian Rp 5.000,- lalu kita taruh begitu saja di dashboard, padahal kaca mobil bening. Kita pikir, "Ah, cuma lima ribu ini." Jika kita lihat berita-berita di TV, kadang kejahatan itu seringkali tak masuk akal. Gara-gara uang Rp 5.000,- orang bisa kalap. Jadi,segala uang receh taruh didalam kotak dan tutup. Begitu juga dengan dompet, jangan asal lempar aja ke kursi sebelah, bisa mengundang ketika berhenti di perempatan. Tas sebaiknya diletakkan di jok belakang yang jarang jadi sasaran. Kalaupun ada yang nekad, jarak kita dengan penjahat agak jauh sehingga memberi waktu kita menginjak gas. Ini tips dari teman saya, Julia Roberts loh. :D

Sanding Kunci Stang
Untuk keamanan, selain alarm, sering kita beli kunci stang juga, kan? Biasanya kalau sedang jalan ditaruh dimana? Dibawah jok? Nah, jika pergi sendiri, jadikan ia teman, kasih tempat duduk di jok depan. Kunci stang bisa berubah menjadi alat pertahanan diri jika dalam bahaya.

Waspadai Ngantuk
Setelah capek dengan urusan pekerjaan, kadang kita mengantuk di jalan. Begitu pula ketika sedang berhenti menunggu seseorang. Jangan teruskan perjalanan. Bahaya! Lebih baik menepi dan tidur barang 5-10 menit. Namun anda juga tidak boleh asal berhenti. Pastikan sekitar anda aman, misalnya parkiran perkantoran atau parkiran mall. Untuk di mall, jangan parkir di tempat-tempat sepi seperti parkiran basement.

Kunci Pintu Segera
Bawaan perempuan memang ribet. Sudah bawa belanjaan, ada tas tangan dan masih teriak-teriak mengomando si kecil agar mengikuti kita. Ketika ribet mengurusi macem-macem gini, kita seringkali lengah. Karenanya, jika belanjaan banyak, mintalah petugas supermarket untuk mengantar sampai ke bagasi mobil. Biasanya petugas supermarket dilarang menerima tips. Tapi kadang ada yang boleh juga. Prinsipnya mereka siap bantu sampai ke mobil kok kalau dibutuhkan dan belanjaan memang banyak. Jika sendiri dan parkiran sepi meskipun banyak mobil, jangan terlalu perfeksionis merapi-rapikan belanjaan dulu di bagasi. Yang penting masuk mobil dulu dan kunci pintu. Setelah itu, mintalah anak-anak membantu merapikan dari dalam, kalau bentuk bagasi memungkinan. Kalau tidak, ya sudahlah, yang penting semua bisa duduk. Perlu diingat bahwa kondisi parkiran yang penuh mobil tapi tidak ada orang itu tidak aman karena bisa jadi tempat persembunyian orang jahat.

Depan Rumah Belum Tentu
Rumah jaman sekarang banyak yang tertutup pagar rapat sehingga perlu waktu untuk membuka pagar ketika keluar masuk menggunakan mobil. Kebiasaan membiarkan mesin hidup dengan jendela terbuka supaya mobil tidak terkunci otomatis sering lo menjadi sasaran kejahatan, entah diambil tasnya atau malah dibawa pergi semobilnya sekalian. Pernah kejadian didalam mobil yang dicuri tersebut masih ada anak kecil yang tertidur di jok belakang. Makanya, matikan mesin saja lalu kunci. Memang agak ribet sedikit tapi lebih aman. Atau kalau dirumah ada pembantu, beri job description untuk membuka pintu pagar ketika kita datang. Harus disepakati kodenya, misalnya sekali klakson kecil supaya tidak mengganggu tetangga. Dan beritahu juga kira-kira jam berapa kita datang atau telpon dulu. Jangan sampai kita pergi 4 jam dan si PRT tersebut  harus standby. Biar saja dia punya "me time".

Berdoa
Berdoa sebelum melakukan perjalanan seorang diri itu wajib. Hanya Allah yang bisa menolong kita dalam situasi terburuk.
Sumber : beyourselfwoman.com
Share on Google Plus

About semarang rentcar

0 komentar:

Posting Komentar